Sabtu, 03 Maret 2012

Jenis-jenis Kata

Jenis-Jenis Kata

       A.         Pengertian Kata 
- - Menurut kamus besar bahasa Indonesia, kata adalah unsur bahasa yang diucapkan/dituliskan yang merupakan perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran yang dapat digunakan dalam bahasa.
-  -  Menurut Wikipedia, kata adalah sebuah paduan/serangkaian huruf yang membentuk sebuah makna dalam suatu bahasa tertentu.
    
     B.        Penggolongan Kata
Berdasarkan bentuknya, kata bisa digolongkan menjadi empat: kata dasar, kata turunan, kata ulang, dan kata majemuk. Kata dasar adalah kata yang merupakan dasar pembentukan kata turunan atau kata berimbuhan. Perubahan pada kata turunan disebabkan karena adanya afiks atau imbuhan baik di awal (prefiks atau awalan), tengah (infiks atau sisipan), maupun akhir (sufiks atau akhiran) kata. Kata ulang adalah kata dasar atau bentuk dasar yang mengalami perulangan baik seluruh maupun sebagian sedangkan kata majemuk adalah gabungan beberapa kata dasar yang berbeda membentuk suatu arti baru.
   C.        Macam-macam kata
1. Kata Benda (Nomina)
  Kata benda adalah kata yang menyebut benda atau yang dibendakan.
  Kata benda dapat digolongkan menjadi dua:
   1.    Kata benda konkrit dan abstrak.
   a.   Kata benda konkrit : kata benda yang diserap oleh panca indera.
  Kata benda konkrit terbagi dalam beberapa macam:
-       Nama diri           : Hasan, Bandung, Musi.
-       Nama Jenis        : Binatang.
-       Nama himpunan   : ASEAN, KONI, PBB.
-       Nama zat           : emas, perak, minyak, air.
   b.  Kata benda abstrak : kata benda yang tidak dapat diserap oleh panca indera. Contoh : kemanuasiaan, kemerdekaan, hari, dll.
  
   2.    Kata benda bentuk dasar dan kata benda turunan.
   a.     Kata benda bentuk dasar: gambar pisau.
   b.    Kata benda bentuk turunan : Penghimbuhan, Perulangan, Pemajemukan
   Contoh: mobil-mobilan, perumahan, darah daging, rumah-rumah.
2. Kata Kerja (Verba)
  Kata kerja adalah semua kata yang menyatakan perbuatan dan perilaku.
  Macam-macam kata kerja:
   1.     Berdasarakan bentuknya:
       a. Kata kerja bentuk dasar. Contoh: makan, minum.
  b. Kata kerja bentuk turunan. Contoh: lari-lari, bolak-balik.
  c. Kata kerja bentuk pemajemukan. Contoh: membaca, mempermainkan.

2.  Berdasarkan maknanya :
a.    Kata Kerja Transitif: Kata kerja yang memerlukan objek atau pelengkap. Contoh: Kakak mengantar adik ke sekolah. 
   b.    Kata Kerja Intransitif: Kata kerja yang tidak memerlukan objek atau pelengkap. Contoh: Alfian menangis tersedu-sedu.
     c.    Kata Kerja Aktif: Kata kerja yang menyatakan perbuatan yang dilakukan oleh subjek.
Contoh: Ray mendobrak pintu.
     d.    Kata Kerja Pasif: Kata kerja yang menyatakan perbuatan yang dilakukan oleh objek.
Contoh: Erwin terpeleset di kamar mandi
3. Kata Sifat (Adjektiva)
Kata sifat adalah kata yang menyebutkan sifat atau keadaan suatu benda. Kata sifat disebut juga kata keadaan. Contoh: sehat, sakit, besar, kecil.
4. Kata Keterangan (Adverbia)
Kata keterangan adalah kata yang memberi keterangan pada setiap struktur kalimat.
Macam-macam kata keterangan:
    1.    Berdasarkan bentuknya.
        a.    Kata keterangan bentuk dasar. Contoh: sangat, lebih, hanya, terlalu.
        b.    Kata keterangan bentuk turunan. Contoh: diam-diam, agaknya, rupanya.
    2. Berdasarkan letaknya.
        a.  Mendahului kata yang diterangkan. Contoh: lebih tinggi, sangat indah, hanya menulis.
        b. Mengikuti kata yang diterangkan. Contoh: tampan nian, duduk saja.
        c. Dapat mengikuti atau mendahului kata yang diterangkan. Contoh : Lekas-lekas pulang, pulang lekas-lekas.

5. Kata Ganti (Pronomina)
Kata ganti adalah kata yang berfungsi menggantikan kata benda. Macam-macam kata ganti:

     a.    Kata ganti orang
Orang ke
Tunggal
Jamak
Orang I
aku/ saya
kami, kita
Orang II
engkau, kamu
kamu, kalian
Orang III
ia, dia
mereka




     b.    Kata Ganti Milik
     Contoh: Saya, -ku, kami ,kami, kamu, -mu, mereka, -nya
     c.    Kata Ganti Penunjuk
     Contoh: Di sana, ke sini, dari sini, dsb.
     d.    Kata Ganti Penanya
     Contoh: Apa, siapa, bagaimana, di mana, kapan, mengapa.
     e.    Kata Ganti Penunjuk
-       Penunjuk umum: ini, itu.
-       Penunjuk tempat: sini, sana, situ.
-       Penunjuk ikhwal: begini, begitu.
     f.    Kata Ganti Tak Tentu
    Contoh: Masing-masing, seseorang.
6. Kata Bilangan (Numeralia)
Kata bilangan adalah kata yang menyatakan jumlah benda atau hal atau menunjukkan urutannya dalam suatu deretan. Contoh: satu, kedua.
·         Angka kardinal (duabelas)
·         Angka ordinal (keduabelas)
7. Kata Depan (Preposisi) 
Kata depan adalah kata yang merangkaikan kata-kata atau bagian kalimat. Contoh: Di, ke, dari, pada, dsb.
8. Kata Penghubung (Sambung/Konjungsi)
Kata sambung adalah semua kata yang merangkaikan kalimat dengan kalimat. Kata sambung terdiri atas:
     1.     Konjungsi penambahan: dan, dan lagi, tambahan lagi, lagi pula.
     2.    Konjungsi urutan: lalu, lantas, kemudian, setelah itu.
     3.    Konjungsi pilihan: atau 
     4.    Konjungsi lawan: tetapi, sedangkan, namun, sebaliknya.
     5.    Konjungsi waktu: ketika, sejak, saat.
     6.    Konjungsi sebab akibat: karena, karena itu, akibatnya.
     7.    Konjungsi persyaratan: aslkan, jikalau, kalau.
     8.    Konjungsi pengandaian: andaikata, andaikan, seandainya, seumpanya.
     9.    Konjungsi harapan/tujuan: agar, supaya, hingga.
     10.  Konjungsi perluasan: yang.
     11.  Konjungsi pengantar objek: bahwa.
     12.  Konjungsi penegasan: bahkan dan malahan.
     13.  Konjungsi pengantar wacana: adapun, maka, jadi.
9. Kata Sandang
Kata sandang adalah semua kata yang membedakan kata di belakangnya. Maksudnya kata-kata yang terletak di belakang kata sandang termasuk kata benda. Contoh: Sang, Si, Para, Yang, Dang, Hang.
10. Kata Seru (Interjeksi)
Kata seru adalah semua kata yang digunakan untuk menyatakan perasaan. Timbulya kata seru sangat erat hubungannya dengan situasi. Kata seru mengacu pada nada atau sikap berikut.
-          Bernada negatif: cih, cis, bah, ih, idih, sialan.
-          Bernada positif: aduhai, amboi, asyik, Alhamdulillah, Subhanallah, hore.
-          Bernada keheranan: lho, Astagfirullah, Masya Allah.
-          Bernada netral: ha, halo, he, wahai, wah, nah, ah, eh, oh, ya, aduh, hem.

 Semoga bermanfaat!



Maaf gak bilang-bilang nge copy postingannya hehe :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar